Dua Warga Aceh Tamiang Akan Dicambuk 12 Kali Karena Bermain Judi Hingga Subuh

Dua Warga Aceh Tamiang Akan Dicambuk 12 Kali Karena Bermain Judi Hingga Subuh

Malam sunyi di Kualasabung, Satpol PP dan WH Aceh Tamiang tiba-tiba meletus usai penyerangan sarang judi pada Selasa (22/12/2020).

Dua pelaku ditangkap sementara empat lainnya hilang di kegelapan malam.

Kedua pelaku yang kini ditangkap Satpol PP dan WH itu tak lain adalah Armanda, 30, warga Sriwijaya, Kota Kualasegun, dan M Yusuf, 44, warga Landuh, Rantau.

Dugaan bahwa keduanya terlibat perjudian tersebut diperkuat dengan ditemukannya barang bukti berupa uang tunai 43.000 rupee, kartu domino, serta sandal dan topi dari pelaku lain di lokasi kejadian.

Operasi yang dipimpin Ketua Penegakan Hukum Islam dari Satpol PP dan WH Aceh Tamiang Syahrir Pua Lapu itu direncanakan lama setelah beredar informasi di balik toko jam terkenal di Aceh Tamiang ini.

Informasi ini menyebutkan bahwa setiap malam hingga subuh, kandang sering dijadikan tempat berkumpul orang mencari dosa dengan bermain domino.

Sayangnya, para pemain yang merelakan kekayaan itu dimainkan oleh orang-orang yang termasuk dalam kategori ekonomi lemah.

“Kalian benar-benar bermain di saat yang menyedihkan dan kesulitan ekonomi,” kata Sahahrir, Selasa (22 Desember 2020).

Berbekal informasi tersebut, Syahrir beserta tim Satpol PP dan WH berangkat pada Selasa (22 Desember 2020) sekitar pukul 01.15 WIB untuk mencegah terjadinya pembantaian.

Tentu saja, dalam kegelapan malam itu, petugas mengumpulkan enam orang yang bermain domino di pojok belakang toko.

Penjahat melihat bahwa petugas itu ada di sana, jadi pagi-pagi suasana sangat tergesa-gesa.

Keempat orang langsung telah kabur, tapi bersama barang bukti kami bisa membela kedua pelaku,” kata penyair itu.

Hasil tes pertama, Syahrir, tak memungkiri pemain judi berasal dari kalangan bisnis yang lemah.

Hal tersebut menunjukkan profesi salah satu pelaku yang bekerja di parkiran di Kualasabung.

Selain semua tersangka yang tertangkap sudah digeledah, UU Aceh Nomor 6 Tahun 2014 akan membuktikan bahwa ia akan dihukum karena melanggar Pasal 18 KUHP dan dicambuk 12 kali.”

Artikel ini telah tayang di serambinews.com