Kecanduan Judi Togel

Lansia dan Ibu Rumah Tangga di Minsel Kecanduan Judi Togel

Kawasan Minahasa Selatan Sumatera Utara menjadi pusatnya jud togel (toto gelap). Sepekan terakhir sudah ada beberapa warga yang masuk tahanan Mapolres karena kedapatan dengan sengaja menjalankan aksi permainan judi togel. Bahkan para pemainnya saat ini kebanyakan para ibu rumah tangga dan sejumlah lansia yang mencoba keberuntungan taruhan judi angka tersebut.

Satreskrim Polres Minahasa Selatan mengungkap kasus ini setelah ada beberapa laporan yang menyatakan jika kalangan togel kini sudah merambah sejumlah  kalangan. Bahkan salah satu tersangka bernama Yane alias YL (46 tahun) merupakan warga Kecamatan Sinonsayang yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Dari tangan tersangka dia sering kali memasang togel melalui sistem online.

ilustrasi togel online

baca juga:16 Kasus Judi Togel Telah Di Ungkap Oleh Polda Sulut

AKP Rio Gumara selaku Kasat Reskrim Polres Minsel menyatakan jika semua pelaku judi togel berhasil diamankan tanpa perlawanan. Usai adanya penyelidikan lanjutan dan informasi langsung dari warga, semua praktik haram ini berhasil diungkap petugas. Pengembangan kasus menyatakan jika aksi memasang togel sudah menjadi kebiasaan sebagian warga Desa Pogar Satu, Kecamatan Sinonsayang.

“Petugas berhasil mengungkap jaringan togel usai adanya informasi. Kami langsung mengamankan Yane, dia sedang menjalakan kegiatan ini di rumahnya. Kami langsung meminta pelaku memberikan semua informasi penting untuk melanjutkan kasus penyakit masyarakat ini,” ungkap Gumara Selasa (12/1/2021).

Dari tangan Yane, polisi berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti seperti buku syair togel, rekening, kertas rekapan, transfer bukti pembayaran togel dan perangkat penjualan seperti smartphone. Selain itu ada uang tunai sekitar Rp 317.000 yang sudah dibayarkan pembeli pada hari itu.

Setelah membawa Tane kemudian Polres Minsel melakukan penangkapan lanjutan. Angkil alias AS (74 tahun) juga berhasil diamankan di kawasan Kecamatan Sinonsayang. Dia terbukti juga melayani pembeli togel online di hari yang sama.

Mampu diungkapkannya kasus ini memang berawal dari penangkapan AS. Setelah itu beberapa pelaku lainnya kemudian juga ditangkap di beberapa kawasan Desa Ongkaw. Saat itu pelaku lain sedang tertangkap saat sedang mengantar kupon dan uang hasil penjualan togel ke pihak bandar.

“Kepada petugas AS memberikan keterangan jika dia hanyalah sebagai pengumpul uang hasil penjualan togel dari semua pengecer di wilayahnya. Bukan hanya itu saja dia juga jujur jika selama ini juga sering berjualan keliling kampong untuk melayani warga yang sudah langganannya,” tambah Gumara.

Dari pihak AS petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang yang akan disetorkan sebesar Rp 320.000, kupon dan rekapan bukti pembelian togel dari para langgannya. Selain itu terdapat sejumlah bukti di Handphone tersangka yang juga ikut dijadikan barang bukti untuk menyelidiki otak dibalik bisnis haram tesebut.

“Kami akan melanjutkan kasus ini, semua orang yang terlibat dalam jaringan togel akan kami selidiki. Kami ingin mengajak masyarakat untuk terus memberikan informasi jika ada kasus serupa terjadi di kawasannya,” tutup Gumara.

sumber: www.liputan6.com